Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

info@uinmadura.ac.id

MTBI UIN Madura Perkuat Kesiapan Akreditasi melalui Pelatihan Instrumen LAMDIK dan Penjaminan Mutu

  • Diposting Oleh Admin Magister PBI
  • Selasa, 28 Juli 2026
  • Dilihat 23 Kali
Bagikan ke

Malang _ Program Studi Magister Tadris Bahasa Inggris (MTBI) Pascasarjana UIN Madura terus memperkuat sistem penjaminan mutu dan kesiapan akreditasi melalui partisipasi dalam Pelatihan Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi Universitas Islam Negeri Madura yang dilaksanakan di Hotel Aria Gajayana, Malang.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pengelolaan program studi yang sejak awal berorientasi pada mutu, keterukuran capaian, dan keberlanjutan. Pelatihan membahas berbagai aspek strategis akreditasi, mulai dari kebijakan akreditasi perguruan tinggi, konstruksi APT Unggul, kebijakan akreditasi program studi melalui BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri, hingga penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan data kuantitatif program studi.

Secara khusus, materi untuk program studi kependidikan mencakup DKPS LAMDIK 3.0, konstruksi LED LAMDIK 3.0, template LED, regulasi akreditasi, Kebijakan IAPT 4.1, serta pengenalan LED IAPT 4.1. Materi tersebut memperkuat pemahaman bahwa proses akreditasi tidak cukup dilakukan dengan mengumpulkan dokumen, tetapi membutuhkan data yang valid, analisis evaluatif, keterhubungan antara perencanaan dan capaian, serta bukti tindak lanjut yang terdokumentasi dengan baik.

Bagi MTBI UIN Madura, pemahaman terhadap instrumen LAMDIK memiliki posisi strategis. Sebagai program studi bidang pendidikan bahasa Inggris, pengembangan kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, sumber daya manusia, serta capaian mahasiswa perlu sejak awal diarahkan pada standar mutu yang jelas dan dapat dibuktikan melalui data.

Pelatihan juga memberikan perhatian pada konstruksi LED dan DKPS, termasuk bagaimana data kuantitatif tidak hanya disajikan sebagai angka, tetapi digunakan untuk membaca capaian, mengidentifikasi kesenjangan, menemukan faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan program tindak lanjut. Pendekatan tersebut penting agar evaluasi diri benar-benar berfungsi sebagai instrumen peningkatan mutu, bukan hanya sebagai dokumen administratif.

Selaras dengan OBE, Taneyan Lanjhang, dan Asta Helix

Penguatan sistem akreditasi tersebut berjalan searah dengan pengembangan kurikulum MTBI UIN Madura yang menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Dalam OBE, mutu program studi dibangun melalui keterhubungan yang jelas antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), kurikulum, proses pembelajaran, asesmen, dan bukti ketercapaian hasil belajar.

MTBI UIN Madura juga mengintegrasikan OBE dengan nilai Taneyan Lanjhang dan Asta Helix sebagai kekhasan institusi. Integrasi tersebut diarahkan agar proses pendidikan tidak hanya menghasilkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat nilai keislaman, etika, kearifan lokal, kepedulian sosial dan ekologis, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial, serta keterlibatan program studi dengan masyarakat.

Dengan demikian, kesiapan akreditasi MTBI tidak dipahami sebagai kegiatan yang dilakukan menjelang asesmen, tetapi sebagai bagian dari pengelolaan program studi sehari-hari.

Akreditasi sebagai Continuous Quality Improvement

Salah satu pemahaman penting yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bahwa akreditasi harus ditempatkan dalam kerangka continuous quality improvement. Program studi perlu secara berkala melakukan evaluasi terhadap capaian, menemukan area yang masih perlu diperbaiki, menyusun tindak lanjut, melaksanakan perbaikan, dan kembali mengukur hasilnya.

Bagi MTBI, pendekatan tersebut menjadi dasar untuk membangun sistem dokumentasi akademik dan penjaminan mutu sejak awal. Setiap pengembangan kurikulum, kegiatan akademik, penelitian, kerja sama, pengembangan dosen, kegiatan mahasiswa, dan keterlibatan dengan masyarakat perlu memiliki tujuan yang jelas, bukti pelaksanaan, hasil yang terukur, evaluasi, serta tindak lanjut.

Kegiatan pelatihan di Malang ini juga menjadi bagian dari rangkaian penguatan mutu MTBI. Pada 29 Juli 2026, pengembangan kurikulum MTBI dilanjutkan dengan benchmarking dan konsultasi akademik di Universitas Negeri Malang bersama Dr. Suharyadi, S.Pd., M.Pd. Masukan eksternal tersebut digunakan untuk meninjau kedalaman kurikulum jenjang magister dan mempertegas diferensiasinya dari program sarjana.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan MTBI UIN Madura dilakukan melalui proses yang terencana, berbasis standar, terbuka terhadap masukan eksternal, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Melalui penguatan pemahaman terhadap LAMDIK 3.0, LED, DKPS, IAPT 4.1, OBE, serta sistem penjaminan mutu, MTBI Pascasarjana UIN Madura berkomitmen membangun program magister pendidikan bahasa Inggris yang akuntabel, adaptif, dan memiliki identitas akademik yang kuat.