Kaprodi Magister Tadris Bahasa Inggris Mengikuti FGD Penyusunan Borang Akreditasi Unggul yang di gelar oleh Pascasarjana UIN Madura
- Diposting Oleh Admin Magister PBI
- Senin, 14 September 2026
- Dilihat 21 Kali
PAMEKASAN_Pascasarjana Universitas Islam Negeri Madura menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Borang Akreditasi Unggul pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Aula Gedung Pascasarjana UIN Madura. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kelembagaan dalam memperkuat kesiapan program studi menuju tata kelola mutu yang lebih terukur, terdokumentasi, dan berdampak.
Kegiatan FGD ini diikuti oleh unsur pimpinan, pengelola program studi, dan sivitas akademika Pascasarjana UIN Madura. Ketua Program Studi Magister Tadris Bahasa Inggris UIN Madura, Dr. Eva Nikmatul Rabbianty, M.Pd., turut mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen Program Studi MTBI dalam memperkuat kesiapan akreditasi, pengembangan kurikulum, penguatan evidence, serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.
FGD ini menghadirkan Bapak Rosihan Aslihuddin, M.A.B., Presiden Best-Q Institute Malang, sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait strategi penyusunan borang akreditasi unggul, pembacaan instrumen akreditasi, pemetaan indikator kinerja, penyusunan evidence, serta perumusan roadmap peningkatan mutu program studi.
FGD ini dilaksanakan untuk menyamakan pemahaman tentang arah penyusunan instrumen akreditasi, khususnya dalam membaca regulasi, indikator kinerja, kebutuhan evidence, serta strategi eksekusi menuju akreditasi unggul. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi pengelola program studi dalam mengubah dokumen akreditasi menjadi sistem kinerja yang hidup dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa akreditasi unggul tidak cukup dimaknai sebagai kelengkapan borang semata. Akreditasi unggul harus tampak melalui keterpenuhan standar, berfungsinya sistem mutu, tercapainya indikator kinerja, adanya rekognisi eksternal, serta dampak nyata yang dapat diverifikasi. Dengan demikian, proses akreditasi tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi harus menjadi sarana peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.
Materi FGD juga menekankan pentingnya penyusunan evidence yang kuat. Setiap klaim keunggulan program studi harus didukung oleh jejak data, analisis, tindak lanjut, dan bukti dampak. Evidence yang meyakinkan tidak hanya berupa dokumen kebijakan, SOP, atau panduan, tetapi juga mencakup rekaman pelaksanaan, data yang tervalidasi, analisis akar masalah, benchmarking, serta dampak yang dirasakan oleh mahasiswa, dosen, lulusan, mitra, dan pengguna lulusan.
Kaprodi Magister Tadris Bahasa Inggris UIN Madura, Dr. Eva Nikmatul Rabbianty, M.Pd., mengikuti FGD Penyusunan Borang Akreditasi Unggul bersama Bapak Rosihan Aslihuddin, M.A.B., Presiden Best-Q Institute Malang, di Aula Gedung Pascasarjana UIN Madura.
Selain itu, kegiatan ini membahas pentingnya pemetaan indikator ke dalam Key Performance Indicators (KPI) yang jelas. Pengelola program studi didorong untuk memiliki baseline data, membaca gap antara capaian aktual dan target, menentukan akar masalah, serta merancang tindak lanjut yang konkret. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu program studi menyiapkan borang akreditasi secara lebih sistematis, objektif, dan berbasis bukti.
Bagi Program Studi Magister Tadris Bahasa Inggris, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya mutu berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan kurikulum, asesmen capaian pembelajaran lulusan, dokumentasi luaran akademik, publikasi, karya intelektual, rekognisi dosen dan mahasiswa, serta pelacakan dampak program studi bagi masyarakat dan mitra.
FGD ini juga menyoroti pentingnya keterpaduan antara regulasi, instrumen akreditasi, sistem penjaminan mutu internal, kurikulum, pembelajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, rekognisi, serta kinerja lulusan. Seluruh komponen tersebut perlu dibaca sebagai satu kesatuan sistem mutu, bukan sebagai bagian yang terpisah. Dengan cara ini, program studi dapat menunjukkan bahwa proses akademik yang dijalankan benar-benar menghasilkan luaran dan dampak yang sesuai dengan visi keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Madura mendorong setiap program studi untuk memperkuat budaya data, budaya evaluasi, dan budaya peningkatan mutu. Program studi diharapkan tidak hanya mampu menyusun dokumen akreditasi yang lengkap, tetapi juga mampu menunjukkan bahwa seluruh proses akademik telah berjalan, dievaluasi, ditindaklanjuti, dan menghasilkan perubahan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting bagi Pascasarjana UIN Madura untuk memperkuat komitmen menuju akreditasi unggul. Semangat yang dibangun adalah menjadikan akreditasi sebagai outcome dari sistem mutu yang hidup: dimulai dari data, dilanjutkan dengan analisis, diperkuat melalui tindak lanjut, dibuktikan melalui dampak, dan diakui melalui rekognisi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pascasarjana UIN Madura berharap seluruh program studi semakin siap menghadapi proses akreditasi dengan strategi yang lebih matang, evidence yang lebih kuat, dan orientasi mutu yang lebih berkelanjutan.
Mator Sakalangkong.
ENR