Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

info@uinmadura.ac.id

MTBI UIN Madura Perkuat Kurikulum Berbasis OBE melalui Benchmarking ke Universitas Negeri Malang

  • Diposting Oleh Admin Magister PBI
  • Kamis, 30 Juli 2026
  • Dilihat 19 Kali
Bagikan ke

Malang, — Program Studi Magister Tadris Bahasa Inggris (MTBI) Pascasarjana UIN Madura terus memperkuat kualitas kurikulumnya melalui konsultasi akademik dan benchmarking dengan perguruan tinggi yang memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pendidikan bahasa Inggris. Salah satu langkah yang dilakukan adalah kunjungan akademik ke Universitas Negeri Malang (UM) untuk mendiskusikan arah pengembangan kurikulum Magister Tadris Bahasa Inggris yang relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan lulusan, serta prinsip Outcome-Based Education(OBE).

Dalam kegiatan tersebut, tim pengembang kurikulum MTBI UIN Madura berdiskusi dengan Dr. Suharyadi, S.Pd., M.Pd., Ketua Departemen sekaligus Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang. Konsultasi difokuskan pada struktur kurikulum program magister, karakteristik pembelajaran pada jenjang pascasarjana, penguatan kompetensi lulusan, serta bagaimana kurikulum dapat dirancang agar tidak sekadar menjadi kelanjutan dari program sarjana, tetapi benar-benar mencerminkan kedalaman akademik pada jenjang magister.

Salah satu masukan penting dalam diskusi tersebut berkaitan dengan posisi praktik mengajar pada program magister pendidikan bahasa Inggris. Pada jenjang magister, pembelajaran tidak lagi semestinya berorientasi pada latihan keterampilan mengajar dasar sebagaimana lazim diberikan pada program sarjana. Mahasiswa magister pada dasarnya diharapkan telah memiliki fondasi pedagogik dan pengalaman akademik yang memadai. Karena itu, kurikulum magister perlu bergerak menuju kemampuan yang lebih tinggi, seperti menganalisis persoalan pembelajaran secara kritis, merancang inovasi pedagogik, mengembangkan kurikulum dan bahan ajar, melakukan evaluasi berbasis bukti, serta menghasilkan penelitian yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran bahasa Inggris.

Masukan tersebut menjadi refleksi penting bagi tim pengembang kurikulum MTBI UIN Madura. Pengalaman pedagogik pada jenjang magister tidak diposisikan sebagai praktik mengajar konvensional atau pengulangan microteaching pada jenjang sarjana, tetapi diarahkan pada pengembangan kemampuan pedagogik tingkat lanjut. Orientasinya adalah kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan teori, penelitian, inovasi pembelajaran, dan penyelesaian persoalan nyata dalam konteks pendidikan bahasa Inggris.

Pendekatan tersebut sekaligus menguatkan paradigma Outcome-Based Education yang menjadi landasan pengembangan kurikulum MTBI UIN Madura. Dalam OBE, penyusunan kurikulum dimulai dari kejelasan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), kemudian diturunkan ke capaian pembelajaran mata kuliah, bahan kajian, pengalaman belajar, metode asesmen, dan bukti ketercapaian kompetensi. Dengan demikian, keberadaan suatu mata kuliah tidak semata-mata ditentukan oleh tradisi kurikulum, tetapi oleh kontribusinya terhadap kompetensi yang benar-benar harus dimiliki lulusan.

Bagi MTBI UIN Madura, lulusan program magister diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan mengajar bahasa Inggris, tetapi juga mampu berperan sebagai pendidik profesional, peneliti, pengembang pembelajaran, pengembang kurikulum dan asesmen, serta inovator pendidikan bahasa Inggris. Karena itu, pembelajaran perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melakukan kajian kritis, penelitian, pengembangan model pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial, serta pemecahan persoalan pendidikan yang berbasis konteks.

 

Mengintegrasikan OBE dengan Taneyan Lanjhang dan Asta Helix

Konsultasi akademik dengan Universitas Negeri Malang juga memperkuat komitmen MTBI UIN Madura untuk membangun kurikulum yang memiliki standar akademik yang kuat sekaligus mempunyai identitas institusional yang jelas. Oleh sebab itu, implementasi OBE pada MTBI tidak ditempatkan sebagai pendekatan yang berdiri sendiri, tetapi dikembangkan melalui integrasi nilai Taneyan Lanjhang dan Asta Helix UIN Madura.

Dalam konteks ini, Taneyan Lanjhang tidak hanya dipahami sebagai kekayaan budaya lokal Madura, melainkan sebagai sumber nilai dalam membangun pendidikan yang berakar pada kebersamaan, tanggung jawab, penghormatan, keberlanjutan relasi, dan kepedulian terhadap komunitas. Nilai tersebut kemudian dipertemukan dengan kerangka Asta Helix, yang memberikan ruang integrasi antara spiritualitas, etika akademik, pengembangan keilmuan, teknologi, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, serta keberlanjutan lingkungan.

Integrasi tersebut memungkinkan MTBI UIN Madura mengembangkan model pendidikan bahasa Inggris yang tidak tercerabut dari konteks sosial dan keislaman tempat program studi berada. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menguasai perkembangan mutakhir dalam English Language Teaching, Second Language Acquisition, Applied Linguistics, kurikulum, asesmen, dan teknologi pendidikan, tetapi juga ditantang untuk memikirkan bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab dalam konteks masyarakat yang religius, multikultural, dan terus mengalami perubahan.

Dengan kerangka tersebut, OBE tidak semata-mata dimaknai sebagai keterukuran capaian belajar. OBE menjadi mekanisme untuk memastikan bahwa setiap pengalaman akademik mahasiswa benar-benar bermuara pada kompetensi lulusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, Taneyan Lanjhang dan Asta Helix memberikan fondasi nilai agar kompetensi tersebut tetap memiliki dimensi etis, sosial, ekologis, dan keislaman.

Benchmarking sebagai Bagian dari Continuous Improvement

Kegiatan konsultasi dan benchmarking ini merupakan bagian dari mekanisme continuous quality improvement dalam pengembangan Program Studi MTBI UIN Madura. Kurikulum dipandang sebagai dokumen akademik yang dinamis sehingga harus dievaluasi secara berkala melalui kajian internal, masukan pakar eksternal, perkembangan disiplin ilmu, kebutuhan pemangku kepentingan, perubahan teknologi, serta tuntutan dunia pendidikan.

Masukan dari Universitas Negeri Malang selanjutnya digunakan sebagai salah satu bahan untuk melakukan penajaman terhadap struktur kurikulum, substansi mata kuliah, capaian pembelajaran, serta bentuk pengalaman akademik mahasiswa. Evaluasi tersebut penting agar tidak terjadi duplikasi antara pembelajaran pada jenjang sarjana dan magister. Sebaliknya, setiap mata kuliah pada MTBI harus menunjukkan peningkatan kompleksitas, kedalaman analisis, kemandirian akademik, serta kemampuan menghasilkan inovasi dan penelitian.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum MTBI UIN Madura dilaksanakan melalui proses yang terbuka, reflektif, kolaboratif, dan berbasis benchmarking. Pandangan dari pakar dan institusi eksternal menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan akademik, tetapi tetap dikontekstualisasikan dengan visi keilmuan, karakter UIN Madura, kebutuhan masyarakat, dan profil lulusan yang ingin dihasilkan.

Melalui proses tersebut, MTBI UIN Madura berupaya membangun program magister pendidikan bahasa Inggris yang memiliki identitas akademik yang jelas: kuat dalam teori dan penelitian, responsif terhadap perkembangan teknologi dan AI, kontekstual terhadap kebutuhan pendidikan, berakar pada nilai keislaman dan kearifan lokal, serta berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Benchmarking ke Universitas Negeri Malang karena itu bukan sekadar kegiatan kunjungan kelembagaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses akademik yang lebih luas untuk memastikan bahwa setiap keputusan dalam pengembangan kurikulum MTBI UIN Madura memiliki dasar ilmiah, memperoleh perspektif eksternal, dan terus diarahkan pada peningkatan mutu program studi secara berkelanjutan.